
Friday, November 25, 2011
Impossible

Thursday, November 3, 2011
Seventeen
Saat itu langit biru menampakkan keceriaannya, dan saat itu juga siswa kelas 2 SMP bernama Lola sedang berisak tangis di dalam kamarnya, sambil memeluk bantal guling berwarna pink polkadot kesukaannya, ia berkata sambil terisak,
“ gue gak mau pindah!! Gue udah betah disini! Gue udah dapet kebahagiaan yang lebih disini, gue dapet temen banyak yang baik. Gue gak mau nyari temen baru lagi, gue udah dapet lebih dari cukup dari temen gue di sini”.
Lola mengeluarkan air matanya dari jam 2 siang, tepatnya setelah papanya Lola pulang dari kantor dengan senyum yang mengembang terpancar di wajah lelahnya, sang papa memilih duduk bersantai di atas sofa sambil melepas lelah untuk memberitahukan kabar berita yang ia bawa. Lola, rian (adeknya Lola) dan mamanya juga duduk di sofa mendengarkan berita dari sang papa.
“Mama, Lola, dan Rian pasti seneng deh kalau kita semua tinggal di luar negeri” ,
kalimat pertama yang di ucapkan sang papa membuat hati Lola sedikit gelisah.
Dengan senyum bahagia papa berkata,
“ papa ditugaskan di luar negeri sebagai Athan, tepatnya di Rusia Moskow, dan satu keluarga akan ikut semua”,
betapa girangnya keluarga tersebut, namun hanya Lola yang bersedih karena tidak ingin meninggalkan teman – temannya di sekolahnya yang menurut Lola baik semua. Menurut informasi yang di dapat, Lola sekeluarga akan berangkat tahun depan.
***
Beberapa bulan kemudian papa Lola mengajak Lola dan Rian untuk ikut papanya menemui calon rekan kerjanya nanti di Rusia yang sedang berlibur di Indonesia. Lola agak tertarik untuk ikut dengan sang papa, lalu berangkatlah mereka bertiga mengendarai mobil pergi ke Mcd Kalimalang untuk menemui rekan kerja papa tsb.
Sesampainya di sana mereka bertiga bertemu dengan orang yang dicari yaitu calon rekan kerja papa yang bernama Om Bambang. Saat Om Bambang berjabat tangan dengan Lola, ia bertanya
“ namanya siapa ? kelas berapa ?”
“ saya Lola om, kelas 2 SMP” , jawab Lola dengan sopan,
“oh kelas 2 SMP ya ? anak om juga ada yang kelas 2 SMP, kebetulan rumah om deket dari sini, sebentar ya om panggilkan anak om, biar kamu ngobrol dan bisa nanya sama dia tentang sekolah di sana”
Lola hanya menjawab,“ umm, iya om”.
Tidak lama kemudian anak Om Bambang datang, dan Lola melongo dengan muka setengah percaya kalo itu anak Om Bambang, ofcourse Lola melongo, anak Om Bambang datang hanya dengan menggunakan boxer yang dipadu kaos oblong, namun kepelongoan Lola berubah menjadi butterfly di perutnya, mukanya merah, dan darahnya terasa mengalir deras melalui nadinya.
Mukanya semakin memerah saat anaknya Pak Bambang mengajak berjabat tangan untuk berkenalan,`
“ hey gue Derby”, dengan senyum dasyatnya yang membuat Lola semakin grogi dan salah tingkah, sambil menunduk melihat ke lantai karena malu wajahnya sudah memerah seperti kepiting yang sedang direbus. Setelah berkenalan duduklah mereka semua di meja yang berbeda, om Bambang, papa Lola dan Lola duduk di meja depan dan sisanya, Rian dan Derby duduk di meja belakang.
Lola yang merasa tidak nyaman duduk bersama Pak Bambang dan papanya, memutuskan untuk pindah ke meja di mana Derby yang duduk. Karena malu si Lola jadi salah tingkah, ia agak membanting tas selempang yang di bawanya di meja Derby. Percakapan pertama dimulai dari Rian yang menanyakan bagaimana keadaan sekolah di Moskow, lalu berlanjut hingga muncul canda dan tawa di percakapan mereka.
“time is up” oh God, betapa berat hatinya Lola, Derby,dan Rian untuk mengakhiri percakapan mereka yang berlangsung dua jam lebih.
***
Waktu telah berlalu ditemani angin berhembus yang menyertai kesibukan keluarga Lola untuk pindah ke Moskow. Tibalah mereka di bandara internasional Soekarno Hatta. Langkah Mama, Papa, Rian, dan Lola mengantar mereka ke pesawat Emirates yang sudah siap dengan pramugari dan pilot mengatar penumpang ke tempat yang dituju.
Sampailah mereka di bandara internasional Domodedovo. Lola dan keluarganya merasa sangat senang saat sampai di Moskow, karena waktu itu salju putih sedang berjatuhan dari langit. Mereka dijemput oleh orang suruhan Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI. Dengan mobil karavel, keluarga Lola di antar ke sebuah apartemen yang sudah disiapkan oleh KBRI untuk keluarga Lola. Apartemennya terbilang besar dan biaya sewanya pun begitu.
***
Hari pertama Lola dan adiknya belajar di Sekolah Indonesia Moskow atau SIM, Lola merasa senang walaupun hanya punya dua teman di kelas. SIM adalah sekolah yang unik di mata Lola, jumlah murid di sekolah ini adalah tiga puluh murid dari TK hingga SMA. Dikelas Lola hanya mengernal Derby, ia belum terlalu kenal dengan Nica.
Dikelas saat tidak ada guru dan Nica sedang ke toilet, Derby selalu membuka percakapan dengan Lola dan Lola selalu tersenyum saat diajak bicara.
“ cantik ! kedinginan gak ?” kalimat itu keluar spontan dari mulut Derby saat di kelas hanya ada Lola dan Derby berdua. Mendengar kalimat itu mata Lola membesar dan menoleh ke belakang tempat di mana Derby duduk,
“ elo ngajak ngomong gue ?” balas Lola sambil menunjuk dirinya.
“ iya, lo kedinginan ga ?” ucap Derby sambil jalan ke arah heater yang ada di dekat Lola dan menyalakannya. Mata mereka bertemu dihiasi senyum dan kemerah – merahan di pipi mereka saat Derby kembali ke kursinya.
***
Hari- hari berlalu indah untuk Lola yang semakin dekat dengan Derby. Hasrat ingin memiliki Lola pun sudah membendung di hati Derby dan bercampur dengan rasa sayangnya kepada Lola.
Di suatu koridor kebetulan hanya ada mereka berdua, Lola dan Derby. Lola menyenderkan bahunya di dinding sambil melepas lelah yang dideritanya karena membawa tasnya yang berat. Derby 10 meter dibelakang Lola, memperhatikan Lola, dan mengumpulkan keberanian untuk mengungangkapkan perasaan sayangnya ke Lola. Derby menghembuskan nafas yang panjang, dia berdiri tegak dengan segenap keberanian dan hati yang berdebar kencang, dia mendekati Lola.
“ Lola, lo mau ga? Ummm sorry this is sound crazy, but ummm I love you Lola, would you be my girlfriend ? ”
“ sorry ya Der”
“ Sorry kenapa La ?”
Dengan wajah yang merah merona dan merasa bersalah, Lola menjawab
“ gue belum siap pacaran ”
Sekejap Lola menghilang dari koridor, yang ada hanya Derby ditemani bayangannya dengan perasaan kecewa.
***
“ yak !! breaktime” teriak Nica sambil membereskan bukunya. “ La, ke Lab komputer yuk? Gue ada perlu, accompany me yaaah?”
“ sippo” jawab Lola dengan senyum.
“ cieeee!! Lolaaa!! Udah jadian sama Edo yaaa ?!! ”
sambutan dari kakak kelas Lola bernama Nana yang sedang mengerjakan tugas di lab komputer.
“ congrats and long last ya! ”
Dengan senyum lebarnya Lola menjawab “ thanks kak”.
Kenyataan pahit itu diterima Derby dengan tangis di kamarnya sambil menonjok tembok yang tidak bersalah berkali – kali.
***
“Yang sabar yah La” Nica menghapus air mata Lola.
“ Edo bilang dia bakal setia sama gue, bakal nerima semua kekurangan gue ! tapi apa buktinya ?! dia mutusin gue gara – gara sikap childish gue. Bayangin dong ! gue baru dua minggu jalan sama dia. Gue nerima dia waktu itu juga terpaksa, gara – gara dia ngancem bakal gak masuk sekolah, dan pas pertamakalinya dia nembak gue, dan gue tolak, lima hari dia gak masuk sekolah. Sampe dia nembak gue untuk kedua kalinya masih gue tolak, dan yang ke tiga kalinya baru gue terima dan gue coba untuk sayang sama dia. Gue nerima dia karena gue gak mau dia nyiksa diri dia, gue mau dia focus ke sekolahnya. Gue gak tega ngeliat dia kaya gitu, tapi apa yang gue dapet. Gue dapet sakit Ca!! gue yang sakit !! di saat gue udah bisa sayang sama dia !! ”
Tangis Lola semakin meluap di ruang perpustakaan yang tidak ada orang sama sekali. Tiba – tiba dari pintu perpustakaan datang Derby membawa sekotak tisu untuk Lola
“ nih hapus air matanya, jangan nagis lagi ya, nanti cantiknya ilang”
Kalimat itu menjadi obat untuk Lola.
“ oh iya Der, congrats yaa sama Ayu! Cieeeh bisa banget lo nyari pacar di Indonesia”
sahut Nica dan Derby hanya tersenyum.
***
Tujuh belas bulan telah berlalu, Lola masih single, Derby pun baru putus dengan pacarnya, karena Derby sudah terlalu sakit dengan pacarnya dan saat diputuskan oleh pacarnya yang ke empat kali, Derby mendapat advice dari sahabat – sahabatnya untuk move on, dan tidak memohon untuk CLBK lagi dengan si Ayu.
***
“I love you, please don’t ignore me, im the only person that love you from my heart, I’ve been saving my feel for seventeen months towards you. I’ve tried to replace you, but my heart still choose you”
***
Tujuh belas tahun kemudian....
wedding invitation for Nica Anggraeni
Nica mambuka wedding invitation tersebut.
" Derbi & Lola? hah ? bentar bentar......Derbi <3 Lola, really"
.....................................................................................................................................................................