Monday, May 9, 2011

mama




sesosok mama yang sangat menyayangi anaknya
menjaga anaknya
memberkan apapun yang diinginkan anaknya
memberikan yang terbaik untuk anaknya

sesosok mama yang ingin melihat anaknya sukses
ingin melihat anaknya bahagia membangun keluarga
ingin melihat anaknya selalu mencintai ibunya
ingin melihat anaknya di memeluk erat ibunya disaat bahagia

sesosok mama yang bahagia saat anaknya bahagia
mama yang sedih saat anaknya sedih
mama yang meneteskan air mata saat anaknya jatuh sakit
mama yang yang tak ingin anaknya menderita

tak mudah seorang mama menjalani itu semua
namun wanita suci itu tetap berjuang untuk melakukannya
melakukan yang terbaik untuk anaknya
walaupun banyak rintangan menghadang

mama
wanita yang paling berharga bagi anaknya
wanita paling berpengaruh di kehidupan anaknya

jangan tinggalkan anakmu ini bu
karena engkaulah yang ku sayang
tak bisa ku menahan tetesan air mata saat ku menulis tentang mu
begitu banyak cerita duka dan ceria aku dengan mu

i love mama




Tuesday, May 3, 2011

Am I ?


Sometimes

Sometimes I look at you

Sometimes I feel something that I can’t understand towards you

I’ve been trying to forget about that feeling

But I don’t know why I can’t do that

Am I in love with you ?

Do I like you?

I don’t think so

Cause ,,

HEY we are different and you don’t like me

Yes I think I’m just …

Just what ??

I don’t know what kind of feeling this is

It’s impossible if I’m in love with you

Cause nothing special in you

For me love is reasonable

Not unreasonable

Selfish ?

Yes, It’s me

Sahabatku

Hati dan pikiran beradu

Ingin rasanya memutar waktu

Karena aku ..

Rindu masa- masa itu

Dikala aku sedih, kau menemani

Dikala aku senang, kau ikut riang

Namun mengapa

Sekarang kau tak lagi menyapa

Kujalani waktu tanpa raga mu yang biasa ada disampingku

Hanya fotomu lah yang tergantung di dinding kamarku

Isak tangis ku alami di malam-malam ku

Hai sahabatku, aku menyapamu

Namun mengapa kau hanya membisu

Novy Syahbrina Azara

No Name

Sebuah karya yang tak berjudul karya Novinda Dwitya, seorang anak yang periang dan suka sekali tertawa. Dia mengalami banyak peristiwa di sekolahnya dan salah satunya ditulis olehnya di selembar kertas putih. Ia menumpahkan semua hasrat yang dia punya ke kertas itu. Dan terciptalah sebuah karya sastra yang indah dengan petuah-petuah yang sangat bermanfaat.

“ Jika memamng semua orang membeciku, Aku harus bersabar menghadapi rintangan ini

aku tetap bersabar dan menantikan jawabannya

Aku tidak takut kepada mereka, aku hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa

Jika aku dibentak dan di benci aku harus dan terus bersabar

Hanya satu yang bisa membalas perbuatan mereka, yaitu Yang Maha Kuasa

Aku tahu aku salah dan banyak melakukan kesalahan di dunia ini, tapi maafkanlah aku

Dan aku juga tau Allah menciptakan kita untuk patuh kepadaNya, bukan kepada yang lain

Hanya kepadaNya bukan ke yang lain

Tuhan sebenarnya sayang kepada makhluk-makhlukNya

Tapi makhluk-makhluk itu lah yang terkadang tidak patuh, sehingga ada musibah yang menimpa mereka

Tuhan memberikan begitu banyak rintangan untuk kita semua yang ada di dunia ini

Tapi janganlah kita berputus asa, teruslah berjuang dan bersabar”.